Di rumah.. tidur.. sendiri..
Iklan itu begitu mengena di saya. Bukan karena di iklan tersebut si laki-laki berbohong mengenai aktifitasnya, tapi lebih karena kondisinya cukup sering saya alami. Oh iya, bahkan barangkali sekarang sering menjadi status di YM saya **lebay**
Ditinggal suami keluar kota, atau suami gak pulang ke rumah karena kerjaan yang mengharuskan lembur sampai gak pulang di week-end? Ah itu sih sudah biasa buat Saya. Sayangnya saya memang hanya di rumah sendirian, jadi seringkali terasa waktu berjalan sangat lambat dan sepi selalu menghampiri.
Saya mungkin bukan satu-satunya istri dengan kondisi begini ternyata. Salah satu teman kantor juga berniat untuk membunuhi sepi di Jumat malam ini karena sang suami sampai bilang “nggak usah tungguin saya, kamu tidur aja.. mungkin nggak pulang”.
Ha ha ha.. nasiiibb… nasiiib.. ![]()
Ngelakuin apa untuk membunuh sepi?
Read more
Beragam reaksi bermunculan ketika rencana busway koridor VIII mulai akan dioperasikan. Sejak awal mula pembuatan jalur busway ini memang sudah menuai berbagai masalah. Mulai dari demo masyarakat sekitar Pondok Indah yang nggak setuju dengan pembangunan busway, beberapa ruas jalan dan halte yang kabarnya “kurang sempurna” sehingga terus-menerus diperbarui, belum lagi kemacetan yang akan terjadi karena koridor busway secara otomatis mengurangi “jatah” jalur bagi pengguna kendaraan pribadi.
Seyogyanya kan dengan adanya busway koridor VIII ini, yang tadinya niatnya naik kendaraan pribadi, pada akhirnya lebih memilih untuk naik busway dengan pertimbangan lebih cepat, kaki nggak pegel-pegel, nggak emosi karena macet yang luar biasa di setiap sudut kota Jakarta. Nah, dengan begitu jumlah kendaraan pribadi yang wara wiri di Jakarta semakin sedikit. Betul ?
Read more

