Matahari,
Sampai kapan kau akan berdiri angkuh
Pancarkan sinar terik yang menyiksa sukma
Acuhkan segala pandang yang menghiba..
Tak adakah sedikit tempat untukku, matahari
Diantara planet yang mengitarimu
Diantara bulan yang bersinar atas cahayamu
Tak tersisakah setitik asa untukku?
Ataukah aku mungkin hanya semilir angin
Melintas sekejap, sejukkan sesaat
Dan bahkan ketika aku tak kembali
Kau pun tak mencari
Mungkin memang ku harus berhenti
Ketika gelap menutup hari
Dan sisa-sisa mataharimu
mulai terbenam tertutup malam
BSD, 27 April 2009
Inspired by : Berhenti Berharap-nya Sheila on 7
Hari ini gw go to work dari BSD ke kantor menggunakan Trans BSD, dan dilanjutkan dengan naik angkutan umum lainnya yaitu metromini. Ada 2 kejadian aneh banget yang selama sekian lama tinggal di Ibukota tercinta ini gw temui di atas metromini:
1. Kernet (bener ga tulisannya) ma sopirnya ngobrol pake bahasa china (gw ga tahu itu kanton, mandarin, ato apa). padahal (maaf) tampang nya ga ada dikitpun “china” nya… gw yakin itu bahasa china karena mereka sempet nyebutin angka - angka (yang sepertinya nomor kopaja/metromini di belakang kami)…. fiuhh Indonesa, benar2 negara multietnis ![]()
2. Ada pengamen, berpuisi dengan suara pelan bgt, trus cara minta uang nya kaya kernet, jadi deh ada beberapa penumpang yang baru naik, nyangkain itu kernet dan marah2 ketika kernet yang asli minta ongkos kopaja, karena mereka ngerasa udah bayar… dan apes nya si pengamen nya dah turun saat itu terjadi
* just another story telling while examining some documents *
Belajar mengenai kehidupan memang bisa kita peroleh dari siapapun. Hal ini saya alami ketika berada dalam sebuah taxi burung biru. Dari Mega Kuningan saya menuju Telkom Learning Center yang ada di kawasan Slipi. Seperti biasa, saya mengajak ngobrol Bapak supir taxi, mulai dari membahas Jakarta yang semakin macet, pengendara motor yang terkadang ugal-ugalan, sampai hal-hal sepele seperti “ini taxi pool mana ya Pak?”
Ketika melewati Mall Taman Anggrek, saya berkata bahwa saya belum pernah ke Telkom Learning Center ini, dan bertanya kira-kira posisinya dimana. Jawaban si Bapak sangat mengejutkan saya..
“Diseberang ini ada kantor Telkom mbak, dulu perusahaan saya meletakkan server disana.”
Whaaaatttt?? Supir taxi tau server ??
Kemudian mengalirlah cerita si Bapak..
Read more
Nggak ada yang beda kok dengan sambal terasi yang lainnya. He he he, tapi karena sambal ini selalu jadi menu andalan, alias masakan se-nggak enak apapun, kalo disajikan bareng sama si sambal ini.. jadinya tetep enak .. Ha ha ha..
Sambal Terasi
Bahan-bahan:
6 siung bawang merah (potong menjadi agak kecil supaya mudah diulek)
5 siung bawang putih (potong menjadi agak kecil supaya mudah diulek)
5 buah cabe merah keriting (potong-potong)
1/2 buah tomat merah (potong-potong juga)
2 buah terasi bungkusan kecil (saya pakai terasi ABC)
1/2 sendok teh garam
1/2 sendok teh gula pasir
1 sendok makan minyak
Read more
Long week-end kali ini, pada akhirnya saya dan Gufy nggak kemana-mana.. He he he.. Sebetulnya mbak Sanggita menyarankan untuk ke Pulau Umang buat second honeymoon, tapi karena hari Senin ini Gufy akan berangkat ke Batam untuk entah training apa.. *hihihi* jadilah long week end dihabiskan di rumah saja.
Trus.. ngapain coba kalo di rumah selama empat hari berturut-turut? Nonton tv, belanja belinji ke mall dan pasar modern, nge-net sepanjang hari dan… MASAK.. :D. Yup, masak jadi bisa begitu menyenangkan, apalagi nyoba-nyoba bikin lagi masakan yang dulu sempet gagal.. Ternyata masak sendiri gak kalah enak dibanding masakan luar kok.. *pede mode on*
Nah, sekarang saya mau bagi-bagi resep **halah, kayak jago aja ya..** salah satu masakan favorit saya dan Gufy, yaitu Tumis Labu Siam, Sambal Terasi, dan Goreng Selar.
Ingat, semua masakan disini dibuat untuk 2 porsi. Yap.. hanya dua porsi
jadi kalo mau buat banyakan, ya dikira-kira aja sendiri.. Xixixi. Tumis labu siam dulu ya.. ![]()
Read more

