Menyampaikan kepada atasan mengenai pengunduran diri bagi saya bukan hal yang mudah. Pergolakan dalam batin karena sudah merasa sangat cocok dengan lingkungan kerja disini, perasaan sedih karena harus meninggalkan teman-teman yang sudah sama-sama berjuang di HR membuat saya beberapa kali maju mundur mengajukan resign.
1. Memberanikan diri untuk menghadap si boss
Agak kagok juga ketika saya mengirimkan message via YM ke si boss..
Saya : “Pak pak, lagi sibuk gak ?”
Si boss : “Lumayan.. Knapa ?”
Saya : “Ada yang mau aku bicarain pak.. Sebentar aja sih ..”
Si boss : “Agak sorean aja ya, sekarang gue lagi sibuk nih”
Hufff… lega. Biar kata nanti sore baru menghadap, paling nggak tahap pertama memberanikan diri untuk menghadap si boss sudah terpenuhi.
Tips : Yakinkan diri lebih dulu bahwa resign adalah keputusan terakhir dan tidak ragu untuk mengambil keputusan resign sebelum membuka pembicaraan dengan si Boss.
Read more
Sekitar dua minggu yang lalu, Saya mendapatkan tawaran pekerjaan di sebuah perusahaan MNC. Lokasinya memang tidak terlalu jauh dari perusahaan yang sekarang, tetapi dengan role dan responsibilities yang lebih tinggi, load kerja yang lebih tinggi juga, dan kemungkinan besar akan mengharuskan saya business trip ke beberapa kantor cabang yang ada di luar kota.
Disisi lain, perusahaan saya yang sekarang kemungkinan besar akan memindahkan lagi HRD ke kantor yang di BSD, yang cuma 15 menit dari rumah saya. Bayangkan… 15 menit dari rumah ke kantor mungkin sangat diidam-idamkan oleh ibu rumah tangga yang bekerja. Nggak capek, bisa antar jemput anak ke sekolah, tidak terjebak kemacetan yang menyebabkan nggak sempet ketemu anak, dan just in case ada emergency di rumah, bisa pulang kapan aja.. What a very wonderful life ya..
Read more
.:Info get from [pb.gemscool.com]:.
Terbentuknya Free Rebels

Semakin bertambahnya imigran yang tidak mendapatkan pekerjaan dan terusir dari masyarakat, sehingga untuk bertahan hidup para imigran kemudian melakukan berbagai macam tindak kriminal dari perampokan hingga pengedaran obat-obatan terlarang.
Aksi kriminal ini berkembang menjadi gerakan yang teroganisir hingga terbentuk organisasi yang dinamakan Free Rebels. Tujuannya tidak lain untuk menguasai seluruh perdagangan obat terlarang dan senjata di seluruh dunia serta menciptakan rasa takut bagi masyarakat.
Terbentuknya CT-FORCE

Akibat konflik dengan imigran yang semakin meluas, pemerintah memutuskan dibentuk suatu organisasi khusus untuk menghadapi para teroris.Sejak dibentuknya organisasi ini, mereka mulai mencari informasi dan keberadaan dari organisasi teroris yang dinamakan Free Rebels.
Sejalan dengan meningkatnya ancaman teroris tersebut, pemerintah kemudian mengirimkan bantuan pasukan terbaik yang pernah ada di pemerintahan yang kemudian datang dan bergabung serta berganti nama menjadi CT-FORCE (Counter Terrorist Force).

