Ketika perca kehidupan ternoda

Dan..
Tiba di persimpangan sebelum akhir
Sebuah perjalanan fiksi dalam sebuah hati
[fiksikah ini?]
Dimana butir khayal mulai tanggal
Langkah mulai jelas arah
Waktu mulai terus memburu

Selangkah sebelum awal
Sebuah perjalanan dunia nyata
Bayang ragu makin menghantu
Akankah langkah dilanjutkan
Meski hati sudah menjadi mati
Membeku dan tergugu
Tinggalkan kehampaan pada perca kehidupan

Dan..
Ketika perca kehidupan ternoda
Ingin hentikan langkah namun
Intuisi memaksa –lanjutkan hingga akhir
[sadarkan dirimu hai intuisi?]
Karena cemas hanya ilusi tak berkualitas
Lahir dari ketakutan dan ketakberdayaan

Intuisi bermain di ruang logika
Mempertanyakan dimana letak etika

Yah.. lanjutkan dan tak ada yang terluka
Kecuali noda yang semakin berdarah
Pada perca kehidupanmu sendiri
[Intuisi sendiri menjawab begitulah etika]

Share and Enjoy: These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.
  • Digg
  • del.icio.us
  • Netvouz
  • DZone
  • ThisNext
  • MisterWong
  • Wists

1 comment so far

Duh dapet inspirasi darimana bu? koq bisa dalem begini yah…gw suka puisi tapi gak bisa bikin bu…
‘Yah.. lanjutkan dan tak ada yang terluka
Kecuali noda yang semakin berdarah
Pada perca kehidupanmu sendiri’
gw banged nih…
yah,namanya juga hidup…
gw tunggu puisi2 berikutnya bu…

NdisManiss
April 3rd, 2008 at 1:59 pm

Leave a Comment

Name (required)

Mail (will not be published) (required)

Website

Comment