Belajar dari Seorang Paulus..

Gue bangga bisa kenal dengan seorang seperti Paulus. Awalnya, gue menerima cv Paulus sebagai mahasiswa yang ingin magang di perusahaan. Dalam cv yang ditulisnya, tertera jelas kekurangannya: gangguan dalam pendengaran. That’s why gue mengirimkan email untuk proses interview baik dengan user; dan memintanya untuk mengkonfirmasi kepastiannya akan datang dalam proses. Gue juga ngasih YM-id gue, in case dia perlu tanya-tanya mengenai program magangnya..Dia diterima, dan magangpun berjalan sesuai dengan rencana.. tapi gue belum pernah ketemu dengannya.

Satu tahun kemudian, gue menerima cv yang sama; namun kali ini posisi yang ditujunya sebagai seorang Java Programmer. Dia mendapatkan rekomendasi dari supervisor magangnya, dan dinilai punya potensi to be a great Java programmer. Proses interview pun dilakukan ..

Pertama kalinya gue ketemu dengan Paulus. Takjub, melihat seorang dengan kekurangannya, mampu dapat tetap optimis dalam menjalani kehidupannya. Ia menjabat tangan gue dengan erat, ia bisa berkomunikasi dengan lancar: bercerita tentang kehidupannya, bercerita tentang perjuangannya untuk tidak dianggap berbeda, bercerita tentang cita-cita dan harapannya.

Akhirnya proses seleksi selesai dan Paulus diterima sebagai karyawan, tapi perjuangannya beradaptasi dengan dunia kerja nggak mudah. Ia, dengan segala keterbatasannya harus menyesuaikan diri dengan lingkungan. Ia juga harus mengatasi ketidakpercayaan dirinya, karena merasa berbeda dengan teman-teman yang lain. Ia harus menghadapi ketakutan tidak dapat bekerja dengan baik karena keterbatasan dalam berkomunikasi. Ia berusaha untuk terus memotivasi dirinya untuk bekerja. Tapi toh Paulus nggak menyerah. Ia membaca gerak bibir untuk berkomunikasi. Paulus memupuk kepercayaan dirinya sedikit demi sedikit dengan cara menyelesaikan tugas-tugasnya dengan baik.. dan akhirnya sekarang berjalan normal sepertinya ia tak punya kekurangan pada pendengarannya.

Gue belajar banyak dari seorang Paulus. Belajar untuk tegar menghadapi semua cobaan (ada banyak orang yang hidupnya jauh lebih sulit daripada gue..), belajar untuk optimis dan memperjuangkan harapan-harapan gue. Gue juga belajar untuk yakin akan kemampuan diri. Gue belajar untuk berusaha memotivasi diri gue sendiri ketika sedang down..
Yup.. gue belajar banyak hal dari seorang Paulus..

Share and Enjoy: These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.
  • Digg
  • del.icio.us
  • Netvouz
  • DZone
  • ThisNext
  • MisterWong
  • Wists

15 comments so far

Nice post :D

Inpiring :)

c-hl
January 28th, 2008 at 1:05 pm

iya.. paul anak nya pinter… hehe

Amanda
January 28th, 2008 at 5:33 pm

[…] dan dinilai punya potensi to be a great Java programmer. Proses interview pun dilakukan..” Nina, di belajar dari seorang Paulus Paulus Gagah, nama lelaki itu. Hebat! Lulus dari Budi Luhur dan sekarang bekerja di Sigma. Paulus […]

Belajar banyak nih, very inspiring
semoga kita semua selalu bisa fokus dalam memanfaatkan kelebihan kita daripada menangisi kekurangan kita

andrias ekoyuono
January 29th, 2008 at 9:34 am

yuup…gw ngerti bgt dg kasus paul tsb..soalnya gw juga kayak dia, tunarungu…

gw bersyukur dilahirkan sebagai aku, bukan oranglain, sebab dg adanya keterbatasan yg jelas ini, gw jadi semakin byk belajar dan terpacu utk menjadi lebih baik…tentu akan berbeda ceritanya kalo gw dilahirkan sempurna, mungkin ujung2nya bisa terasa monoton hidupnya karena tidak merasakan proses mencapai the best/kerja keras…

gw sangat berharap melalui kisah paul td, semakin byk orang menilai kemampuan, bakat, niat, atau kerja keras orang lain, bukan berdasarkan penampilan luarnya…

Restu
January 29th, 2008 at 9:49 pm

Nice post .. thanks :)
semoga ini meningkatkan rasa percaya diri kepada tunarungu terhadap lingkungan kerja, masyarakat.
juga semoga orang/perusahaan lain sadar …
Terima kasih.

paganekoso
January 30th, 2008 at 12:14 am

wah mbak nina.. .. kalo bisa nih cerita bisa juga di share ke kawan2 yang lain … agar kawan2 yang mempunyai kekurangan fisik seperti paulus bisa lebih semangat untuk hadapin hidup … at least, mereka tahu bahwa kekurangan mereka ternyata ngga bikin garda depan rekruitasi (HRD) tutup mata dengan kemampuan dan kelebihan lain yang mereka punya ….:D

terimakasih mbak nina :)

leavi
January 30th, 2008 at 9:27 am

Nice Story…….

Paul, Tetep semangat ya?
saya banyak bergaul dengan orang seperti paul,
dulu ayah saya kepalah sekolah di SLB.

mereka punya semangat yang tinggi,
Congrats buat paul yang udah berani menantang hidup untuk tetap eksis.

salam,
” V “

temen_lama
January 31st, 2008 at 1:31 pm

nice post,

saya jadi terharu n bener termotivasi deh :)

Puspa
January 31st, 2008 at 1:35 pm

kekurangan bisa membuat orang berusaha lebih, bahkan saat dia sudah melebihi orang lain dia akan tetap berusaha layaknya orang yang masih memiliki kekuragan,

motivasi seperti inilah yang aku bawa sepanjang hidupku… karena buat orang di sekitarku aku selalu hanya orang yang penuh kekurangan dan tidak berharga

co-that
February 1st, 2008 at 10:29 am

Salut.

BARRY
February 7th, 2008 at 4:17 am

saya terharu telah membaca detail dari mbak nina.saya senang mbak nina membantu dan memberi kesempatan buat paul.moga paul sebagai orang biasa sama seperti lingkungan normal.saya sangat mengenal paul udh lama.harga diri,kepercayaan,kemampuan udh dimiliki paul berkat banyak doa dr org yg mendukung nya terkabul oleh Tuhan Yang Maha Kuasa…..

ingetlah saya selalu mendukung paul pokoknya saya ga tau apa terjadinya walaupun jgn putus asa,semangatlah dan berusaha maksimal tenaga paul yah….

temen lama semasa sekolah pangudi luhur
February 16th, 2008 at 12:12 pm

And u know what… sekarang paulus ma saya jadi team yg sama di kantor barunya ;))

anKa
November 19th, 2008 at 1:38 pm

salut to mba nini n paulus..
btw boleh tau ga perusahaanya dimana?
n boleh ga klo penelitian disana?
pleaze boleh n thanks.

BOWIE
February 4th, 2009 at 8:04 pm

sori mba ‘nina’ he…

BOWIE
February 4th, 2009 at 8:05 pm

Leave a Comment

Name (required)

Mail (will not be published) (required)

Website

Comment