Proses charging pelanggan prabayar harus dilakukan secara realtime, hal ini membuat proses tersebut sulit dilakukan jika pelanggan tersebut roaming di luar negeri. Interoperability antar dua jaringan yang berbeda sulit dilakukan karena setiap oprator bisa jadi menggunakan protokol yang sama sekali berbeda atau berbeda versi. Salah satu solusi untuk pelanggan prabayar yang roaming adalah menggunakan CAMEL Phase 2, hanya saja masalahnya tidak semua operator mendukung CAMEL-2. Untuk itulah ada solusi lain yang disebut USSD callback.
Prinsip USSD callback ini adalah, pelanggan (A number) mengirimkan kode perintah kepada home network agar home network melakukan pemanggilan (call) ke pelanggan yang itu sendiri (A number) serta ke pelanggan yang dituju (B number).
Karena solusi ini menggunakan USSD, maka pelanggan yang roaming hanya perlu melakukan dial dengan kode akses tertentu, misalnya #123*62811168543# untuk menghubungi nomor : +62811168543.
Proses dan arsitektur dari USSD callback adalah sebagai berikut:

- Pelanggan pra-bayar yang berada di visited network mengirimkan perintah USSD dan diterima oleh VMSC
- USSD request diteruskan ke HLR di home network
- HLR mengetahui bahwa perintah USSD tersebut adalah perintah callback yang harus diteruskan ke UCB system
- USSD Callback system kemudian melakukan pengecekan terhadap sisa pulsa (balance) dari penelpon dengan mengirimkan pesan ke Billing System atau Intelligent Network (Service COntrol Point). Pengecekan dapat dilakukan secara terus menerus (reguler) selama percakapan berlangsung, atau hanya pada saat awal.
- Jika pengecekan dilakukan satu kali disaat awal, maka UCB system harus tahu kapan percakapan harus diputuskan dengan sisa pulsa yang dimiliki si pemanggil.
Karena penelpon berlokasi diluar home network (roaming) dan biasanya harga percakapan roaming berbeda (lebih mahal) maka biasanya UCB system akan mengirimkan MAP ATI (Any-Time Interrogation) ke HLR untuk mendapatkan lokasi dari pemanggil.
Jika penelpon masih memiliki pulsa maka UCB system melakukan pemanggilan ke nomor tujuan.
UCB system melakukan pemanggilan ke penelon untuk membuat sambungan dengan nomor tujuan. Dalam gambar ditunjukan panah langsung dari USSD Callback Server ke penelepon hanya untuk mempermudah pemahaman. Pada kenyataaanya, USSD Callback Server akan melakukan pemanggilan lewat Gateway MSC di home network untuk kemudian diteruskan ke VMSC.
Pengurangan pulsa dilakukan USSD Callback server dengan cara mengirimkan commit request ke billing system atau IN.
Read more
.:Info get from [pb.gemscool.com]:.
Terbentuknya Free Rebels

Semakin bertambahnya imigran yang tidak mendapatkan pekerjaan dan terusir dari masyarakat, sehingga untuk bertahan hidup para imigran kemudian melakukan berbagai macam tindak kriminal dari perampokan hingga pengedaran obat-obatan terlarang.
Aksi kriminal ini berkembang menjadi gerakan yang teroganisir hingga terbentuk organisasi yang dinamakan Free Rebels. Tujuannya tidak lain untuk menguasai seluruh perdagangan obat terlarang dan senjata di seluruh dunia serta menciptakan rasa takut bagi masyarakat.
Terbentuknya CT-FORCE

Akibat konflik dengan imigran yang semakin meluas, pemerintah memutuskan dibentuk suatu organisasi khusus untuk menghadapi para teroris.Sejak dibentuknya organisasi ini, mereka mulai mencari informasi dan keberadaan dari organisasi teroris yang dinamakan Free Rebels.
Sejalan dengan meningkatnya ancaman teroris tersebut, pemerintah kemudian mengirimkan bantuan pasukan terbaik yang pernah ada di pemerintahan yang kemudian datang dan bergabung serta berganti nama menjadi CT-FORCE (Counter Terrorist Force).
Hari ini gw go to work dari BSD ke kantor menggunakan Trans BSD, dan dilanjutkan dengan naik angkutan umum lainnya yaitu metromini. Ada 2 kejadian aneh banget yang selama sekian lama tinggal di Ibukota tercinta ini gw temui di atas metromini:
1. Kernet (bener ga tulisannya) ma sopirnya ngobrol pake bahasa china (gw ga tahu itu kanton, mandarin, ato apa). padahal (maaf) tampang nya ga ada dikitpun “china” nya… gw yakin itu bahasa china karena mereka sempet nyebutin angka - angka (yang sepertinya nomor kopaja/metromini di belakang kami)…. fiuhh Indonesa, benar2 negara multietnis 
2. Ada pengamen, berpuisi dengan suara pelan bgt, trus cara minta uang nya kaya kernet, jadi deh ada beberapa penumpang yang baru naik, nyangkain itu kernet dan marah2 ketika kernet yang asli minta ongkos kopaja, karena mereka ngerasa udah bayar… dan apes nya si pengamen nya dah turun saat itu terjadi
* just another story telling while examining some documents *
Di rumah.. tidur.. sendiri..
Iklan itu begitu mengena di saya. Bukan karena di iklan tersebut si laki-laki berbohong mengenai aktifitasnya, tapi lebih karena kondisinya cukup sering saya alami. Oh iya, bahkan barangkali sekarang sering menjadi status di YM saya **lebay**
Ditinggal suami keluar kota, atau suami gak pulang ke rumah karena kerjaan yang mengharuskan lembur sampai gak pulang di week-end? Ah itu sih sudah biasa buat Saya. Sayangnya saya memang hanya di rumah sendirian, jadi seringkali terasa waktu berjalan sangat lambat dan sepi selalu menghampiri.
Saya mungkin bukan satu-satunya istri dengan kondisi begini ternyata. Salah satu teman kantor juga berniat untuk membunuhi sepi di Jumat malam ini karena sang suami sampai bilang “nggak usah tungguin saya, kamu tidur aja.. mungkin nggak pulang”.
Ha ha ha.. nasiiibb… nasiiib.. 
Ngelakuin apa untuk membunuh sepi?
Read more
congratulation to Nina, salah satu tulisan nya (puisi yang dibuat untuk mengenang almarhumah ibunda) dibaca oleh rektor unpak pada hari ibu.
untuk lebih lengkap : http://radar-bogor.co.id/?ar_id=MjM3OTQ=&click=Mjc=
once again, congratulation to Nina 