Sumber : millis peugeot@yahoogroups.com
================================================
Hari Kamis tgl 29 Mei 2008 di bandara Soekarno Hatta telah dilakukan
pemeriksaan terhadap para calon penumpang yang membawa komputer. Kepada
mereka yang komputernya terinstallasi software-software tidak berlisensi,
dilakukan sidang di tempat dan dikenakan denda sebesar Rp 9.500.000,- per
komputer. Selanjutnya komputer ditahan dan harus ditebus di polres yang
telah ditentukan.
Menurut info yang didapat, pemeriksaan komputer ini telah dilakukan selama
seminggu oleh aparat kepolisian beserta tim HAKI di bandara, cafe-cafe dan
tempat umum lainnya.
Kejadian ini disaksikan langsung oleh pak Rahmat Saptadirdja (Xsis) dan pak
Bima Kurniawan (Anabatic) yang akan melakukan perjalanan melalui bandara
Soekarno Hatta.
PASTIKAN LAPTOP ANDA BEBAS SOFTWARE BAJAKAN
kalo aplikasi portable boleh ga ya ??? *tanya mode ON*

Gambar ini adalah gambar rumah tinggal bung Karno yang biasa disebut Ndalem Gebang.
Sedih rasanya pas baca berita di detik pagi ini. Rumah pahlawan proklamator Soekarno di Blitar, tempat beliau lahir dan besar ternyata akan dijual. Isu-isunya harganya sekitar 50 M. Rumah ini memang sudah diwariskan kepada kakak kandung Bung Karno, Soekarmini Wardoyo, yang kemudian menjaga dan merawat rumah tersebut.
Lalu apa yang membuat rumah ini akan dijual?
Miris banget karena alasan penjualan yang menurut gue sangat menyayat hati: biaya perawatan rumah yang sangat besar.
Read more
Malam yang meletihkan setelah menempuh perjalanan panjang dari Mega Kuningan ke BSD dengan angkutan umum.. Gufy harus kerja sampai malam dan nggak bisa pulang bareng, transBSD paling malam sudah pasti nggak keburu, jadilah aku naik bis patas AC 62 yang jalurnya agak sedikit muter-muter **plus berdiri pula**.. akhirnya gue bisa menjatuhkan diri di kursi angkot jurusan Kalideres-Serpong menuju rumah.
Di pojokan angkot, ada sepasang anak manusia yang kelihatan sekali masih ABG berpegangan tangan erat, seolah nggak mampu untuk dipisahkan lagi. Kalau dilihat-lihat, umurnya paling-paling sekitar 16 - 17 tahun. Eh iya beneran ternyata, soalnya si cowok dan si cewek masih pake bawahan celana dan rok warna abu-abu.
Gue sih pada dasarnya nggak terlalu peduli ama keadaan di angkot, kalau aja tuh dua anak manusia nggak terlalu over dalam menunjukkan kemesraannya, mulai dari pegangan tangan nggak lepas-lepas, badan yang selalu bersentuhan, tangan yang belai-belai rambut, pipi, sesekali si cewek tersipu-sipu begitu… **phiuuu, kayak lagi nonton adegan yang gimanaaaa getu..**
Apa emang gaya pacaran anak muda jaman sekarang begitu bentuknya ya?
Dimana pula orang tua tuh anak-anak ABG ya, padahal waktu itu sudah menunjukkan pukul 21.15. Apa mereka nggak dicari nyokap bokapnya?
Jadi inget jaman gue masih SMA .. kalo pas magrib belum nyampe rumah, nyokap gue pasti udah telpon kemana-mana buat nyariin anaknya yang nggak balik-balik. Yah maklumlah, gue kan orang kampung yang menganut prinsip “magrib harus di rumah” **walopun sejak kerja di Jakarta, magrib di rumah itu nggak pernah kejadian**
**sigh**
Akhirnya gue bisa nulis lagi, setelah lebih kurang 3 hari, Acer tercinta masuk “rumah sakit”.
Ceritanya di hari Selasa, pas gue lagi kerja, tiba-tiba muncul warning system will shut down. Gue yang nggak ngeh, bengong aja ngeliatin kok tiba-tiba dilayar monitor muncul warning begitu,.. eh tiba-tiba dia mati sendiri. Trus coba dinyalain, malah bunyi. Disarankanlah gue untuk ke bagian system support supaya bisa dianalisa ada apa dengan laptop gue.
Masalahnya ternyata ada di harddisk, alias harddisknya nggak bisa kebaca. Kebayang dong paniknya.. Masalahnya bukan di harddisknya, tapi data-data yang ada di dalamnya. Karena harddisk gue yang di”vonis” bermasalah, jadilah kita (gue dan system support) melakukan langkah-langkah:
- Menggunakan cd (which is ada OS linux didalamnya). Gue kagak ngerti itu cd apaan secara kan bukan anak IT ya.. OS nya bisa jalan.. berarti nggak ada masalah apa-apa, kecuali.. harddisknya ternyata nggak kedetect. Oh my God..
berkali-kali dicoba juga nggak ngaruh ..
Read more
Selama tiga hari berturut-turut, gue kena potong tiga kali sewaktu dalam antrian.
Pertama di Carrefour ITC BSD. Ceritanya hari Kamis jam 21.00 gue beli Redoxon yang harus diambil di loket informasi. Antrian terdiri dari dua jalur, tapi yang melayani cuma ada satu orang. Persis di depan gue ada seorang cowok yang juga kena potong antrian oleh seorang ibu. Nah, gue ngantri sambil baca. Pas tuh cowok udah selesai, orang yang ada di lajur sebelah gue langsung maju ke depan gue. What the h#$% is going on?? Gue bengong !! Keluarin jurus jutek ala Nina juga nggak mempan, secara gue kan dibelakang dia, dia mana liat tampang gue…
Read more