Takkan pernah bisa kudekati dirimu matahari
aku hanya setitik debu yang kan kotori indahmu
takkan sampai aku menjamahmu matahari
aku hanya bisa pandangi kharisma
cahayamu yang bersahaja
Takkan pernah mampu kurengkuh kau matahari
aku hanya secuil benda yang kan terbakar bara
takkan mungkin aku memelukmu matahari
meski rasa begitu memaksa
meski harap begitu menghiba
meski cinta begitu dalamnya
Aku tak pernah berfikir untuk memilikimu matahari
dan menghancurkan dunianya
aku hanya butuh kau terangi sebagian sisi hari
kuatkan aku jalani sebagian gelap lainnya
Aku mencinta … namun tak bisa mendamba
Jakarta, 13 Agustus 2008
Dedicated to ‘one of my friend’ : cinta tak harus selalu memiliki buuu..
Dan..
Tiba di persimpangan sebelum akhir
Sebuah perjalanan fiksi dalam sebuah hati
[fiksikah ini?]
Dimana butir khayal mulai tanggal
Langkah mulai jelas arah
Waktu mulai terus memburu
Selangkah sebelum awal
Sebuah perjalanan dunia nyata
Bayang ragu makin menghantu
Akankah langkah dilanjutkan
Meski hati sudah menjadi mati
Membeku dan tergugu
Tinggalkan kehampaan pada perca kehidupan
Dan..
Ketika perca kehidupan ternoda
Ingin hentikan langkah namun
Intuisi memaksa –lanjutkan hingga akhir
[sadarkan dirimu hai intuisi?]
Karena cemas hanya ilusi tak berkualitas
Lahir dari ketakutan dan ketakberdayaan
Intuisi bermain di ruang logika
Mempertanyakan dimana letak etika
Yah.. lanjutkan dan tak ada yang terluka
Kecuali noda yang semakin berdarah
Pada perca kehidupanmu sendiri
[Intuisi sendiri menjawab begitulah etika]
RINDUKU IBUNDA
Kemilau peluh bersinar di wajah berbinar
Tak terpancar letih meski langkah tertatih
Kau sembunyikan ragu yang terus menghantu
Kau jaga pelita agar tetap bercahaya..
Warna hari kaususun dengan kasih
Warna kisah kaurajut dengan ikhlas
Warna cinta kaubingkai dengan doa
Rinduku ibunda…
Mungkin tak seluas ladang cinta yang kausemai
Mungkin tak sedalam kesabaran yang kautanam
Mungkin tak sebesar harap yang kausimpan
Rinduku ibunda…
Tercurah lewat butir doa dalam sujudku
Tercurah lewat lantunan kalam-Nya kutitipkan untukmu
Tercurah lewat kesungguhan penuhi harapmu
Terkumpul dalam gumpalan keinginan
Cepat kembali tunaikan bakti
bumi serpong damai, 21 Desember 2007
Mengenang perjuangan almarhumah ibunda tercinta.. Hari ibu ini kupersembahkan untukmu. You will always be the best mother for me..