Poligami ala Ayat-Ayat Cinta

Udah nonton film Ayat-Ayat Cinta ?

Fachri bin Abdullah adalah pelajar Indonesia yang berusaha menggapai gelar masternya di Al Ahzar. Dalam perjalanan belajarnya, dia memegang teguh prinsip batasan pergaulan antara laki-laki dan wanita, dan hal itu juga (salah satu) yang membuat banyak wanita mengaguminya (kalo menurut banyak orang, Fachri ini equal dengan Si Boy dalam Catatan si Boy -versi Islam.. “sempurna” akhlak, pikiran, kecerdasan, dan digandrungi cewek2. Nurul, Naura, Maria dan Aisha, adalah wanita-wanita yang ada di sekeliling Fachri. Ketika akhirnya ia menikah dengan Aisha, menimbulkan kekecewaan pada Nurul, Maria dan Naura. Masing-masing menyikapi pernikahan Fachri dengan cara yang berbeda. Nurul ikhlas menerima kenyataan, Maria sakit-sakitan, sementara Naura akhirnya menuduh Fachri telah memperkosanya (yang ini jadi berakibat panjang deh… ) **kalo pengen lengkap baca novelnya atau tonton filmnya yak, kalo gue tulis disini sih jadinya panjang banget**

Salah satu topik yang diangkat dalam film yang diambil dari novel karya Habiburrahman El Shirazy dengan judul yang sama ini mengemukakan mengenai poligami yang “terpaksa” harus dilakukan oleh Fachri, Aisha dan Maria, dan bagaimana gejolak rumah tangga mereka bertiga diawal pernikahan keduanya. Mengapa Fachri sampai melakukan poligami terpapar dengan sangat jelas (sepemahaman gue sih, karena dengan poligami itu bisa menyelamatkan paling tidak tokoh Maria, Fachri sendiri, dan masa depan anak Fachri - Aisha).
Read more

Kalo suami (terpaksa) melakukan pekerjaan rumah tangga…

Sebuah Renungan Buat Bapak-Bapak (dan calon bapak) di Hari Ibu, 22 Desember 2007

Cowok itu kan identik dengan pekerjaan kantoran yang menghasilkan uang. Pergi pagi pulang malam, belum lagi kalau harus lembur; dengan satu kebanggaan tersendiri karena [merasa] punya penghasilan yang cukup dan bisa menyenangkan istri dengan penghasilannya. Pas pulang, langsung tidur karena kecapekan..

Sementara cewek, selain ikut bantuin suami kerja cari nafkah demi sesuap nasi. Pergi pagi dan pulang malem juga, menghasilkan uang juga. Tapi.. begitu di rumah, nggak bisa langsung tidur kayak si suami. Apalagi dengan alasan kecapekan (Nggak ditolerir banget tuh ibu-ibu kalo pulang langsung tidur karena kecapekan. “Siapa suruh ikutan kerja coba..”)
Read more

Puisi untuk Ibu…

RINDUKU IBUNDA

Kemilau peluh bersinar di wajah berbinar
Tak terpancar letih meski langkah tertatih
Kau sembunyikan ragu yang terus menghantu
Kau jaga pelita agar tetap bercahaya..

Warna hari kaususun dengan kasih
Warna kisah kaurajut dengan ikhlas
Warna cinta kaubingkai dengan doa

Rinduku ibunda…
Mungkin tak seluas ladang cinta yang kausemai
Mungkin tak sedalam kesabaran yang kautanam
Mungkin tak sebesar harap yang kausimpan

Rinduku ibunda…
Tercurah lewat butir doa dalam sujudku
Tercurah lewat lantunan kalam-Nya kutitipkan untukmu
Tercurah lewat kesungguhan penuhi harapmu
Terkumpul dalam gumpalan keinginan
Cepat kembali tunaikan bakti

bumi serpong damai, 21 Desember 2007
Mengenang perjuangan almarhumah ibunda tercinta.. Hari ibu ini kupersembahkan untukmu. You will always be the best mother for me..

Cewek kerja nggak sempet masak ??

Sejak dari jaman sekolah, trus kuliah, kita dituntut untuk belajar dan belajar.. Mulai dari kursus bahasa inggris, les privat MIPA, de el el.. Setelah kerja, kerja dari jam 8 sampe jam 5 (belum termasuk perjalanan rumah - kantor - rumah lagi) membuat kita (baca : para wanita) tidak bisa punya waktu banyak untuk mengurusi urusan rumah tangga. Buat yang belum nikah mungkin nggak terlalu masalah.. cuma bersihin rumah (atau kamar kos?) seadanya, pakaian dicuci oleh mesin cuci, mau makan tinggal beli diluar..

Tapi buat cewek-cewek yang sudah menikah ? Tanggung jawab bukan hanya sekedar menjadi istri saja, tapi juga meliputi pekerjaan-pekerjaan yang umumnya dilakukan oleh ibu rumah tangga. Nggak jarang juga, ada suami yang menuntut istrinya (yang juga bekerja) untuk bisa membuatkan masakan, mulai dari sarapan pagi, sampai dengan makan malam.

Read more