Apa mungkin suatu perusahaan menghubungi calon kandidatnya untuk mengundang test psikotest kurang dari 24 jam ? Artinya, dihubungi siang hari menjelang sore untuk kemudian hadir pada pagi hari di keesokan harinya dalam agenda test psikotest.
Karena yang saya liat, posisi yang ditawarkan bukan urgent. Melainkan program dari perusahaan tersebut untuk mencetak future leader.
Bagi saya rada unik proses seperti ini, thanks.
Cheers,
Comment:
Ada yang pernah punya pengalaman seperti ini?
Bagaimanapun, menurut saya pemanggilan psikotest kurang dari 24 jam adalah suatu tindakan yang tidak profesional. Umumnya untuk proses psikotest perusahaan melakukan pemanggilan paling tidak dua - tiga hari sebelumnya. Ada beberapa kemungkinan kenapa pemanggilan untuk psikotest dilakukan secara mendadak :
1. CV Anda baru dibaca oleh bagian Recruitment dan baru terlihat kecocokan kualifikasinya. Baru dibaca ini bisa jadi memang baru diterima, atau baru sempet dibaca, dan karena kebetulan ada jadwal psikotest esok harinya, sekalianlah dibarengin proses psikotestnya. However, ini cukup jarang terjadi apabila perusahaan “konsisten” dengan SOP yang sudah dibuat. Biasanya untuk setiap proses recruitment ada time-sheetnya.
2. Orang yang dipanggil untuk proses psikotest sangat banyak, sehingga membutuhkan waktu cukup banyak pula untuk memanggil semua peserta psikotest.
Tidak banyak memang perusahaan yang melakukan seperti CDC ITB misalnya, yang mengirimkan invitation untuk psikotest melalui sms gateway, sehingga pada waktu yang bersamaan bisa diterima oleh banyak orang.
3. Extremly, terkadang ada perusahaan (baca: bagian recruitment) yang menempatkan diri “seolah-olah” punya pemikiran bahwa calon karyawanlah yang butuh pekerjaan, jadi pasti akan melakukan apa saja demi “sekedar” datang psikotest. (kan kenyataannya, perusahaan dan karyawan haruslah dalam posisi mutual relationship). Padahal keberhasilan seorang recruitment staff/supervisor/manager juga ditentukan dari berapa lama waktu yang ia perlukan untuk memperoleh kandidat yang suitable for the job. So ia juga harus mampu menarik banyak kandidat yang potensial. Apa iya dengan cara “semena-mena begitu ia akan mampu menarik kandidat? Sepertinya tidak.. ![]()
Kalau sudah begini, pilihannya kembali kepada Anda. Masih banyak perusahaan professional diluar sana yang membutuhkan skill Anda









11 comments so far
Saya setuju dengan poin-poin yang disebutkan diatas, mungkin jika agenda nya adalah interview masih bisa dimaklumi karena pastinya posisi yang di tawarkan urgent.
Oh ya FYI, persh recruitment yang menghubungi saya adalah i*0#4$i@ (sensor by Nina) untuk posisi future cisco ambassador, yang notabene untuk mencetak future leader.
Saya jg membahas kronologis nya di blog saya, bagaimana pihak i*0#4$i@ memproses kandidatnya.
Dan yang terakhir seperti yang anda bilang masih banyak prsh lain yang pro yang memerlukan calon pegawainya. Terima kasih atas ulasannya melalui prespektif HR.
Cheers,
e8ayz
Notes: Sorry ya mas, saya sensor nama perusahaannya..
February 27th, 2008 at 9:00 am
Ndak papa ah..
menurut saya cari kerja itu soesah Bu..
sudah sukur ada yang menawari..
February 27th, 2008 at 2:47 pm
@Mas Kopdang
Mencari kerja susah mungkin berasa bagi org yang ga ada skill dan lebih susah lagi jika setiap org beranggapan mencari kerja itu susah.
Bersyukur itu sangat perlu, saya selalu bersyukur dengan apa yang saya dapatkan sampai detik ini.
February 27th, 2008 at 5:53 pm
hmm.. buat saya sih, antara perusahaan dan karyawan saling membutuhkan… jadi diantara keduanya akan memberikan hubungan yang saling menguntungkan.
Bukan cuma kita yang butuh pekerjaan, perusahaan kan juga butuh karyawan (kalo nggak, ngapain sampe rela pasang iklan segede-gede gaban di koran?)
Nah, masing-masing mesti sama-sama menyadari ini, dan masing-masing harus sama-sama jaga etika dan nama baik masing-masing juga…
Peace…
February 28th, 2008 at 8:25 am
siiiip.. setuju banget tuh!
March 6th, 2008 at 6:50 pm
kalo pengalaman saya, pernah hari jumat pagi2 kirim application by email, sorenya jam 3an, udah ditelp suruh tes hari seninnya.
kalo kondisi ini, saya yg beruntung ato HR officernya yg terlalu cepet manggil saya?
BTW saya sudah kirim application ke sigma, untuk jd RPG trainee, hihihi kl mbak nina di bagian recruitment pasti ada CV sayah
March 8th, 2008 at 11:43 am
Mungkin lebih parah lagi, perusahaan malas buka lowongan, sementara kebutuhan akan karyawan mendesak. Daripada buka lowongan, manfaatkan saja CV yang udah masuk
March 9th, 2008 at 1:26 pm
“Karena yang saya liat, posisi yang ditawarkan bukan urgent. Melainkan program dari perusahaan tersebut untuk mencetak future leader”.
Kebetulan saya sedang hire beberapa posisi kunci di perusahaan tempat saya bekerja. Saya bukan orang HRD (melainkan Controller).
Untuk posisi leader.. saya mengaturnya secara khusus (mulai dari: media advertisement yg dipakai, e-mail yang bisa dituju, cara pemanggilan, interview & test arrangement, dll). dengan kata lain…saya tidak memakai cara, tempat dan arrangement yang biasa digunakan untuk kebutuhan staff hiring.
Mengapa?, karena: Yang saya butuhkan adalah leader, orang-orang yang akan saya harapkan bisa memberikan contribusi besar bagi perusahaan dimasa yang akan datang. Saya menyadari orang-orang yang saya butuhkan adalah orang-orang yang brilliant, independent, highly self-assuranced, insightful in vision, orang-orang yang tidak biasa.
Dan orang-orang seperti ini adalah susah didapat….regardless banyaknya penggangguran di luar. Candidates seperti ini most probably sudah bekerja bahkan memiliki posisi “mid-management” level.
Untuk bisa menjaring the right candidates, saya pikir… saya harus melupakan “common folk” bahwa candidates lah yang butuh kerja. Saya merasa perlu memberi mereka keyakinan bahwa perusahaan saya adalah tempat terbaik untuk bekerja sekaligus pengembangan career mereka.
So, menyediakan “narrow windows” untuk interview/test bagi calon leader saya pikir approach yang salah.
Itu pendapat saya pribadi (yang bukan dari HRD).
Good blog you made Nia. Keep it up!.
Putra
March 9th, 2008 at 4:50 pm
“Good blog you made Nia. Keep it up!”.
Koreksi: maaf saya salah menyebut nama, mestinya mbak Nina. Sorry about that.
Putra
March 9th, 2008 at 5:21 pm
@chatoer:
sekarang saya nggak pegang recruitment lagi Mas. Sekarang dibagian Development (organizational & people).
@DOnny Reza:
kalo punya database yang lengkap kayak yang dipunya John Clements, kadang emang gak perlu buka lowongan mas. Toh databasenya terus di update oleh kandidat sendiri..
@Putra:
Thanks a lot atas sharingnya mas. Makasih udah mampir
March 9th, 2008 at 6:19 pm
Kalo di tempat kerja gw dulu emang pernah panggil aplikan kurang dari 24 jam, soalnya yang dipanggil banyak banget, tapi setelah diganti pake sistem sms jadinya lebih mudah, mo panggil sampe 50 orang pun dalam 10 menit udah selese, enak banget…
Nah di tempat kerja yg sekarang ini, setelah posting lowongan, memang cv yang masuk ga begitu banyak, datangnya satu-satu gitu, jadi seperti poin nomor 1, kebetulan ada psikotes besoknya, jadi sore atau malam ini baru dipanggil. tapi meskipun cv yang masuk sedikit2 gitu, seharusnya cara mengundang aplikan pun jangan maksa, ya ngga sih? mengulang kalimat lu : Apa iya dengan cara “semena-mena begitu ia akan mampu menarik kandidat? Sepertinya tidak..
March 14th, 2008 at 12:56 pm
Leave a Comment