harap kepada matahari

Takkan pernah bisa kudekati dirimu matahari
aku hanya setitik debu yang kan kotori indahmu
takkan sampai aku menjamahmu matahari
aku hanya bisa pandangi kharisma
cahayamu yang bersahaja

Takkan pernah mampu kurengkuh kau matahari
aku hanya secuil benda yang kan terbakar bara
takkan mungkin aku memelukmu matahari
meski rasa begitu memaksa
meski harap begitu menghiba
meski cinta begitu dalamnya

Aku tak pernah berfikir untuk memilikimu matahari
dan menghancurkan dunianya
aku hanya butuh kau terangi sebagian sisi hari
kuatkan aku jalani sebagian gelap lainnya

Aku mencinta … namun tak bisa mendamba

Jakarta, 13 Agustus 2008
Dedicated to ‘one of my friend’ : cinta tak harus selalu memiliki buuu.. :D

Share and Enjoy: These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.
  • Digg
  • del.icio.us
  • Netvouz
  • DZone
  • ThisNext
  • MisterWong
  • Wists

11 comments so far

wah, keren wi! dalem tapi gak menye2. trus kisahnya banyak kejadian di sekitar kita huehehe…jago juga ya lo nulis (sok sok’an gak tau padahal terima job reviewer dari doi) :D…. AYO TERUS MENULISSS…..

erika
August 13th, 2008 at 1:37 pm

cinta tak harus memiliki ya…

mutt
August 13th, 2008 at 9:38 pm

hari ini mendung .. ga keliatan matahari nya …:p

apalagi kalo berangkat kerja matahari belum muncul , pulang matahari udah tenggelam *curhat colongan wakakakak* :)

gufy
August 13th, 2008 at 10:00 pm

who is the lucky “sun”? ;)

cucuxlaux
August 13th, 2008 at 11:12 pm

@erika:
thanks bu… thanks juga pinjeman bukunya, memperkaya khasanah “penulisan” gue (halah..apa sih..:p)

@mutt:
setuju ndak bu?? :D

@gufy:
wah.. rugi lho gak ketemu matahari, kan mengandung pro-vitamin D yang baik untuk kesehatan (lebih nggak nyambung lagi)

@cucuxlaux:
puisi ini buat semua orang yang ngerasa punya “matahari” mbak.. wekekeke…

Nina
August 14th, 2008 at 8:42 am

wew.. mantab!!
mencinta, tapi tak mendamba.

sofianblue
August 14th, 2008 at 3:41 pm

Wihh….semoga temanku ini bisa jadi pujangga hebat nantinya, Amin.

Harap kepada matahari, harap kepada kebesaran hati.

Cinta tak harus memiliki, hmmmm…., terasa mudah diucapkan, tapi sulit untuk dilakukan, setidaknya pada awalnya.

Tapi, berpijak pada realita dan, tentunya sabar, pasti dapat melewati masa sulit itu.

Waktu adalah sebaik-baik penyembuh luka hati. Bergulirnya waktu akan membawamu kepada hal-hal baru, asal terus membuka pintu hati.

For one this poem is dedicated for, just keep running !

naek
August 15th, 2008 at 6:08 am

aku ingin menjadi langit yang kan setia memendar cahya dan warna dari sinar sang surya…

aaaci
August 19th, 2008 at 7:35 pm

untung aja elo gak bisa merengkuh matahari…. coba klo bisa… bisa gosong lo… he…he…

Masenchipz
August 19th, 2008 at 8:07 pm

mencinta..tapi tak mendamba..
Sangat Indonesia sekali :-)
*dari edensor-nya Andrea Hirata*

shavaat
August 22nd, 2008 at 12:05 am

ciptakan kesempatanmu sendiri.
klo ga memiliki karena dia lebih memilih yg lain, it’s ok. tp klo ga memiliki karena dia tak pernah tahu..???

bayu200687
September 2nd, 2008 at 12:59 pm

Leave a Comment

Name (required)

Mail (will not be published) (required)

Website

Comment