Sekitar dua minggu yang lalu, Saya mendapatkan tawaran pekerjaan di sebuah perusahaan MNC. Lokasinya memang tidak terlalu jauh dari perusahaan yang sekarang, tetapi dengan role dan responsibilities yang lebih tinggi, load kerja yang lebih tinggi juga, dan kemungkinan besar akan mengharuskan saya business trip ke beberapa kantor cabang yang ada di luar kota.
Disisi lain, perusahaan saya yang sekarang kemungkinan besar akan memindahkan lagi HRD ke kantor yang di BSD, yang cuma 15 menit dari rumah saya. Bayangkan… 15 menit dari rumah ke kantor mungkin sangat diidam-idamkan oleh ibu rumah tangga yang bekerja. Nggak capek, bisa antar jemput anak ke sekolah, tidak terjebak kemacetan yang menyebabkan nggak sempet ketemu anak, dan just in case ada emergency di rumah, bisa pulang kapan aja.. What a very wonderful life ya..
Ketika kemudian saya memutuskan untuk menerima tantangan kerja di perusahaan yang baru, sebagian teman justru mempertanyakan.. Apakah prioritas saya sudah bergeser? Dari keluarga ke karir?
Ini menjadi dilema buat saya. Berbagai pikiran berkecamuk.. Apakah iya, saya sudah menggeser prioritas saya? Saya kan perempuan, bagaimanapun juga keluarga adalah yang terpenting. Kerja mah nomor sekianlah, apalagi sejauh ini suami saya sebetulnya bisa menghidupi saya. Tapi kan saya juga belum punya anak, kalaupun saya di rumah, suami saya juga tetap saja pulang malam kan? Anak masih sesuatu yang imaginer, sehingga jika ditanya prioritaskan anak, saya bingung bagaimana membayangkannya. Tapi bagaimana kami bisa punya anak, jika keduanya lebih banyak menghabiskan waktu di kantor dan di jalan daripada di rumah?
Ah, saya bingung.. Benarkan karir dan rumah tangga tidak bisa berjalan beriringan, apalagi untuk situasi kota Jakarta, dimana waktu tempuh rumah ke kantor bolak balik bisa 4 jam. Apalagi untuk karyawan swasta, bukan PNS…
Bagaimana caranya supaya bisa seimbang ya ?
Share doong.. ![]()
Jul 09
This entry was posted
on Thursday, July 9th, 2009 at 12:55 pm and is filed under Woman's world, Marriage, Career.
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed.
You can leave a response, or trackback from your own site.










6 comments so far
BWAHAHAHAHAHAHA.. :))
Mau another skrinsyut, bu? Tapi yang lagi kerja ya.. :p
July 9th, 2009 at 7:27 pm
sepertinya sebagai wanita , kita ditakdirkan untuk berkorban lebih banyak ..
salah satu pengorbanan kita yah berusaha selalu dekat dengan keluarga, termasuk dalam bekerja. Sebenarnya karir dan rumah tangga bisa berjalan beriringan, tetapi tergantung dari pekerjaan apa yang kita lakoni. kalau pekerjaan nya tidak makan waktu banyak, dalam artian porsi ketemu keluarga lebih banyak maka bisa beriringan, tapi kalau porsi ketemu kerjaan lebih banyak, dari pada keluarga.. berarti prioritas mana yg kita pilih? bertemu keluarga atau karir.. semoga membantu yah mbak:)
July 10th, 2009 at 10:12 am
huaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
mau resign?????????????
kalo menurut aku..
raihlah karir yang lebih baik saat masih bisa
kalo nanti udah punya anak, cari kerja lagi di kantor yang deket rumah
July 15th, 2009 at 10:30 pm
@Iman : mana… mana.. siniin.. :p
@ririe: iya nih.. thanks a lot atas sharingnya ya..
@mutt : hush, jangan berisiiiikkk disini… hihihihi..
July 16th, 2009 at 12:35 pm
itu semua adalah pilihan. ada yang bisa keduanya, ada yang tidak apa pun pilihannya, pastikan itu adalah keputusan yang terbaik untuk kita.
July 22nd, 2009 at 1:02 pm
hehehehe.. optimalkan waktu yg ada buat keluarga…
1. ngobrol bentar tiap stlh plg kantor
2. maksimalkan hari libur..
gtu kali ya mbak, maklum masih junior:D
November 16th, 2009 at 7:41 am
Leave a Comment