Hari itu semuanya kacau. Bangun kesiangan padahal hari itu harus ngantor ke Mega Kuningan, jalanan macet dari sejak keluar tol pondok indah-tarogong-fatmawati-wijaya-tendean, nyampe kantor nyaris kesiangan dan lupa nitipin buku tabungan buat di print Gufy.. Setelah semua kekacauan itu, ternyata gue melakukan kesalahan bodoh dengan lupa masukin passport Gufy ke ranselnya, padahal hari itu (harusnya) hari terakhir ngumpulin semua kelengkapan untuk visa-nya.
Dari nada suaranya di telpon, gue tau Gufy kecewa banget… dan muncullah status YM ngikutin lagunya Rossa “maafkan jika ku tak sempurna…”
Seharian penuh itulah yang tertulis di status YM gue.. Sesekali ditanggapi oleh beberapa teman, bahkan oleh Babeh Head of Human Resources “iyah, gue maafin”.
Ternyata gue dapet satu tanggapan yang buat gue tercengang..
“Gak sempurna gak bisa lu jadiin alasan untuk kesalahan yang lu buat, Nin”
Kaget…
Speechless…
Pertama kali .. defense mechanismlah yang keluar (baca:yah, emang gue gak sempurna, mau diapain lagi?). Tapi lama-lama gue mencoba untuk introspeksi diri juga.
Kadangkala mungkin gue begitu mudahnya untuk bilang “ya, kan gue gak sempurna” untuk meng-counter kesalahan yang gue buat, dengan harapan kesalahan gue dimaklumi (apalagi kalo itu gue anggap hal yang sepele dan nggak penting-penting banget). Padahal kesalahan yang gue buat karena gue emang kurang persiapan atau kurang teliti (misalnya lho…).
Kata “maaf” baik untuk diucapkan, sebagai tanda bahwa kita memang menyadari kesalahan kita. Tapi bukan berarti dengan maaf, semuanya selesai begitu saja. Urusan kita dengan orang (yang kita mintai maaf) memang sudah selesai, tapi urusan dengan diri kita sendiri yang belum selesai.
Setelah kata maaf terucap, tentukan target untuk tidak melakukan kesalahan yang sama, dan terus belajar untuk memperbaiki kualitas diri. Gak sempurna bukan jadi excuse untuk tidak menampilkan yang terbaik, bukan?
Kita memang nggak sempurna, nggak ada manusia yang sempurna memang…
Tapi kita bisa belajar.. belajar untuk mempersiapkan diri dengan lebih baik, belajar untuk berusaha melakukan yang terbaik, belajar untuk tidak melakukan kesalahan..
This entry was posted
on Thursday, February 7th, 2008 at 9:46 pm and is filed under Self Development.
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed.
You can leave a response, or trackback from your own site.









4 comments so far
speechless mode On
thx my snoopy
February 8th, 2008 at 8:35 am
gufy meet snoopy @Ifatih’s Blog
pic by Mr.Yaya
February 8th, 2008 at 9:14 pm
guf, berdasar pengalaman kerjaan kita
namanya paspor tuh lebih aman kalo selalu berada dalam ransel.
karena kamu bawa ransel juga kadang-kadang, mending paspor taruh di loker kantor.
pats nin, nobody’s perfect sis
*saranin puter bad daynya daniel powter* ihihihihihi
February 13th, 2008 at 12:32 pm
speachless juga…
February 19th, 2008 at 2:20 pm
Leave a Comment