Me-manage rasa cemburu pada pasangan bekerja

Image Hosted by ImageShack.usDelapan jam bekerja (belum termasuk jika banyak tugas-tugas pending yang mengharuskan kita bekerja lebih lama), menyebabkan waktu kita di kantor kadangkala lebih lama dibandingkan dengan waktu kita bersama keluarga. Hal yang sama juga terjadi pada saya dan Gufy.

Kami berdua seringkali bekerja hingga larut malam, seringnya melakukan perjalanan dinas keluar kota tidak memungkinkan kami untuk sering bersama-sama. Ditambah lagi dengan rekan kerja saya yang kebanyakan laki-laki. Meeting dengan para manager yang semuanya laki-laki, diskusi hingga larut malam dengan teman kerja juga semua laki-laki. Begitupun setiap kali perjalanan dinas, seringkali saya menjadi satu-satunya perempuan di rombongan. Sementara Gufy, seringkali pulang kantor hingga larut malam sehingga tidak memungkinkan kami untuk pulang bareng, apalagi makan malam berdua. Satu-satunya kesempatan kami untuk berbicara agak lama hanya di perjalanan menuju kantor di pagi hari :D Selama kami bekerja, jangan harap ada komunikasi, kecuali untuk hal-hal urgent yang harus dibicarakan saat itu juga.

Banyak teman sering mempertanyakan, apakah diantara kami tidak ada rasa cemburu ? Apakah diantara kami sebegitu cueknya dengan pasangan?

Rasa curiga pada pasangan seringkali timbul, apalagi jika berhari-hari selalu pulang malam, apalagi seperti saya yang kerap diantar pulang oleh teman kantor yang notabene laki-laki semua. Tapi kami menerapkan beberapa cara untuk me-manage rasa cemburu yang ada..

1. Menanamkan dan menjaga kepercayaan
Satu hal terpenting yang kami lakukan adalah percaya terhadap pasangan, sehingga diantara kami nggak perlu ada rasa cemburu yang tidak beralasan. Cemburu itu kalau berlebihan, bikin capek dan menghabiskan energi saja; dan kami tidak mau menghabiskan waktu dan energi hanya untuk melakukan hal-hal yang tidak produktif. Jadi, pulang malam ketika kerja, ya dinikmati saja. Bisa ketemu diatas jam 10 malam pun, dinikmati saja..

Tentu saja, menanamkan kepercayaan juga harus disertai dengan menjaga kepercayaan itu. Sudah menjadi hal yang lazim untuk saya minta izin ke suami “Say, hari ini aku pulang dianter sama pak x ya..” dan biasanya saya akan mengenalkan pak x ini ke suami saya suatu saat, sehingga suami nggak perlu berburuk sangka. Begitupun suami saya, mengenalkan teman-temannya ke saya, sehingga ketika saya tidak bisa menghubungi suami, saya bisa menghubungi teman-temannya.

2. Mengefektifkan komunikasi
Kami tidak sering saling menelpon. Sebagian teman mempertanyakan, apakah kami tidak saling peduli. “sudah makan belum?” “lagi ngapain?” adalah pertanyaan yang hampir tidak pernah muncul di telpon kami pada jam kerja. Sebagian teman ternyata juga menginginkan istrinya juga nggak setiap saat menelpon suaminya, karena menelpon disaat jam kerja (memang) agak sedikit mengganggu konsentrasi kerja; kecuali memang saat itu ada hal urgent yang harus disampaikan.

Untuk mengantisipasi jarangnya berkomunikasi, kami mengefektifkan komunikasi sepanjang perjalanan berangkat dan pulang (kalau lagi pulang bareng) kantor. Di perjalanan kami biasa menceritakan aktivitas di kantor, cerita-cerita lucu dan berkesan selama hari itu, bahkan cuma sekedar becanda hal-hal yang nggak penting. Dan it works… :D

3. Mengoptimalkan waktu ketika bersama
Ketika sedang ada waktu untuk berdua, kami selalu berusaha untuk mengoptimalkan waktu dengan menikmati waktu-waktu itu. Entah cuma jalan-jalan sekitar kompleks rumah, makan siang / makan malam diluar rumah, nonton XXI, bahkan main PS di rumah.. Waktu inilah yang menggantikan waktu-waktu kami yang terbuang di kantor.
Jadi berasa seperti masih pacaran kan ? He he he ..

4. Mengambil hikmah positif
Ini mungkin jurus yang cukup jitu buat kami. Kami mengambil hikmah positif dari setiap kejadian yang menimpa kami. Selalu pulang malam, yah memang ini yang harus dijalani saat ini, dan kami menikmati saat-saat itu.
Ekstrimnya.. dengan waktu bertemu yang sempit, kami malah lebih bisa menikmati saat-saat ketika sedang bersama, menjadi lebih toleransi dan romantis. *cuit…cuittt..*

Nah, segitu aja dulu trik dan tips nya untuk pasangan yang jarang ketemu karena sibuk dengan pekerjaannya masing-masing… :D

Notes : tulisan ini adalah pemikiran pribadi saya, jadi nggak boleh ada yang protes .. hihihi..

Share and Enjoy: These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.
  • Digg
  • del.icio.us
  • Netvouz
  • DZone
  • ThisNext
  • MisterWong
  • Wists

3 comments so far

Hehehe …
saya tidak protes …
cuma ingin menambahkan saja …
Tolong juga diingat …”Double Gardan” nya …
Double Income gitu loh …

so buat apa memikirkan yang tidak-tidak …

pikirkan saja … (sekali lagi) “Double Gardan” nya
ini tenaganya jauh lebih kuat …
mampu melewati segala medan …

Salam saya

nh18
November 12th, 2009 at 9:40 am

wuiihhhh jurus2 ampuh + surhat di share di blog juga nih :D

jadi… brand : mama+papa rock and roll masih melekat ga nih ? hehehehehehe :p

gufy
November 12th, 2009 at 2:52 pm

patut disimpan nih, buat persiapan :P

santiyunita
November 14th, 2009 at 10:35 pm

Leave a Comment

Name (required)

Mail (will not be published) (required)

Website

Comment