Pertanyaan saat interview

aku sering bingung kalo di tanya begini waktu interview ..”what’s do you think your weakness…? nah lho… saya yakin jawaban nya pasti harus sesuai dengan posisi yang di apply.. but tidak mengada-ngada jawabnya… jujur aja tentang kita… nah saya mau tanya… kira2 jawaban yang mantap yang seperti apa ya…?

Ada yang mau kasih masukan mengenai pertanyaan ini?

Daripada nanya begitu, kalau gue sih lebih suka nanya “what do you think your strengths which could contribute to this company?” :-)

Sebelum ngejawab pertanyaan tadi, kita harus tau dulu apa sih yang sebetulnya digali oleh si interviewer. Benarkah cuma melihat kelemahan kita apa, atau ada tujuan lain?

Kalau cuma buat gali kelemahan kita apa, ngapain juga dia nanya.. (secara tuh pertanyaan kadang ada di form aplikasi, atau kalo sebelum interview ada psikotest, sedikit banyak keliatanlah kelemahan kita di hasil psikotest tea).

Kedua pertanyaan diatas adalah bentuk self-assessment, bagaimana kita mampu untuk menilai diri kita sendiri baik kelebihan maupun kekurangan kita. Tujuannya ? Selain untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan kita dan kemampuan kita dalam menilai diri kita (self-awareness)(/em), juga untuk mengetahui seberapa besar kepercayaan diri kita mengenai kemampuan kita. Kok bisa?

Seringkali gue menemukan, orang dapat dengan lancar mengemukakan kelemahannya, tapi bingung waktu ditanya kelebihannya; atau juga mengungkapkan kelemahannya dulu baru kelebihannya (padahal yang ditanya kekuatan dan kelemahan… Harusnya jawabannya juga kekuatan dulu, baru kelemahan.. iya nggak?)

Balik lagi..
Buat gue… (nggak tau kalo buat yang lain - yang mungkin bisa berbagi disini) pertanyaan ini lebih untuk melihat kemampuan si interviewee dalam menilai dirinya. So what kalo dia punya kelemahan? Semua orang punya kelemahan kok.
Tapi gue akan lebih suka kalo misalnya ada yang bilang “saya tahu saya kurang (apalah gitu contohnya) dalam bekerja sehingga seringkali menyebabkan terjadi kesalahan, tetapi saat ini saya sudah mencoba untuk mengatasi kelemahan saya itu dengan cara bla bla bla….

Buat gue, ini menunjukkan orang yang tau kelemahan dirinya, tapi toh dia nggak diem-diem aja setelah dia sadar kelemahannya itu.

Ada yang mau kasih komentar lain, secara gue bukan yang ahli juga dalam hal begini..Ayooo.. kasih opini.

Share and Enjoy: These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.
  • Digg
  • del.icio.us
  • Netvouz
  • DZone
  • ThisNext
  • MisterWong
  • Wists

6 comments so far

klo gue sih gini “Saya selalu berfikir bahwa kelemahan saya sulit diatasi, dan saya selalu mencoba untuk memperbaikinya” (sama ya kaya lu)

tapiii, gue beberapa kali ditanya nya gini “kelemahan kamu apa sih?”

gue jawabnya pasti gini “saya workaholic dan perfeksionis, sering kerja overtime.”
heheheh

santi
July 9th, 2008 at 5:49 pm

gw justru lebih suka menggali weaknessnya lebih dalem lagi, misalnya nih dia bilang kelemahannya sensitip :
sensitip dalam situasi seperti apa? (sering ato ngga)
kalo lagi sensitip apa yang kamu lakukan? (kontrol diri) temen2 kamu tau ga waktu kamu lagi sensitip? (ekstrovert ato introvert)
cara kamu ngatasin sifat sensitip kamu gimana? (keinginan untuk memperbaiki)
dll

gambaran tentang orang tsb bisa gw dapet lebih lengkap daripada menggali kekuatannya, karena kalo kekuatan itu lebih mudah untuk mengarangnya…

serius banget yah comment gw :)

cucuxlaux
July 9th, 2008 at 9:41 pm

Saya sendiri suka menyebutkan pasangan kata positif-superlatif sebagai padanan kekuatan-kelemahan pribadi.

Contoh:
(+) Saya persisten, error serumit apa pun akan saya kejar sampai tuntas saat proses debugging program.
(-) Saya kadang-kadang over-persisten, saking persisten-nya sampai lupa tidur lupa makan (nah lho… :p) tetapi saya yakin dengan dukungan rekan satu tim saya bisa mengatasi hal ini.

*dejavu*

wahyu adi s
July 23rd, 2008 at 1:44 pm

konon, jika interviewer bertanya apa kelemahan kita, sebaiknya dijawab dengan pernyataan yang justru menunjukkan kekuatan kita. misalnya: kelemahan saya adalah terlalu teliti sehingga kadang-kadang saya mengerjakan tugas agak lambat.

atau kelemahan saya adalah bahwa saya suka pada hal yang detail sehingga saya membutuhkan waktu yang lebih lama untuk mengerjakan sebuah tugas.

atau kelemahan saya adalah bahwa saya itu perfeksionis sehingga saya bla bla bla.

sekilas semua kelemahan itu adalah murni kelemahan. padahal intinya ya mau show of force. kekekekekk…

terus terang saya sendiri belum pernah menggunakan tips ini. ada komen dari yang lain?

JalanSutera.com™
July 23rd, 2008 at 5:16 pm

Kelemahan itu bisa jadi kekuatan - dan sebaliknya - karena sangat tergantung situasinya.

Misalnya, tipe melakholis plegmatis. Dalam memikirkan dan melakukan sesuatu, cenderung sangat lambat dan bikin ga sabar. Tapi, sekalinya mereka menyampaikan hasil pemikirannya, pasti analisisnya sangat dalam. Sampai bikin tipe kebalikannya (kayak sanguinis kholeris) itu terkaget-kaget karena dia sendiri ga kepikiran ke sana.

sanggita
November 10th, 2008 at 8:10 am

Untuk interviewee, jawaban paling bijak adalah meyakinkan interviewer kalo memandang kelemahan dan kelebihan harus balance.

Sesuaikan juga pertanyaan itu dengan posisi yang dilamar. Jangan sampai membeberkan kelemahan diri sendiri yang harusnya ada untuk posisi itu. Misal, untuk bagian safety, mereka harus tipe yang tegas dan ‘peraturan banget’. Nah, kalo kita bilang, “Saya sulit berkata tidak”, dijamin deh ga masuk kandidat. Demikian juga ketika memaparkan kelebihan.

sanggita
November 10th, 2008 at 8:14 am

Leave a Comment

Name (required)

Mail (will not be published) (required)

Website

Comment