Bete deh.. Dia kalo kerja tuh nggak teliti, jadi aja banyak salahnya. Padahal kan output kerjaan dia itu jadi input bagi kerjaan gue. Kalo dia udah salah ngerjainnya, pasti kerjaan gue juga salah…
Pernah mendengar ada teman yang mengeluh seperti itu, atau bahkan mengalami sendiri? Salah seorang teman pernah mengeluhkan kejadian ini beberapa saat yang lalu. Sayangnya, dia tidak melakukan tindakan apapun terhadap kejadian itu. Yang ada, dia review lagi sendirian dan revisi lagi kerjaan itu sendiri. Hasilnya? Dia capek sendiri, sementara teman yang mengerjakan sebelumnya tidak tahu akan kesalahannya, dan santai-santai saja karena menganggap pekerjaannya sudah selesai.
Ketika gue bilang “knapa juga nggak lu bilang, jadi dia bisa perbaiki?”, dia cuma menjawab “it will takes time.. Deadline-nya sudah terlalu mepet”.
Seringkali kita ada dalam dilema, ketika seorang teman kerja melakukan kesalahan dalam bekerja. Di satu sisi dia asik banget jadi temen, tapi kalo pas kerja.. nyebeeliiiiinnn banget.
Apa yang akan lu lakuin dalam kondisi begitu?
Kalo bilang ke manager tentang gimana nggak benernya kerjaan dia, bisa bikin berantem ama temen dan kerja jadi nggak enak… Tapi kalo nggak dibilangin, dijamin kita yang bakalan makan ati deh ama kerjaan dia.
Communicate it..
Jangan memendam kekesalan sendiri, apalagi memperbaiki pekerjaan yang sudah dibuat teman kita, tanpa mengkomunikasikannya. Hal ini membuat si teman berfikir bahwa pekerjaannya baik-baik saja. Toh gak ada yang komplain. Akibatnya, kita pasti akan terus-terusan memperbaiki pekerjaannya nanti.
Okelah kalau dengan alasan deadline mepet, sekali ini kita kerjain sendiri. Tapi bukan berarti proses komunikasinya juga jadi nggak dilakuin, gals.. As soon as kerjaan itu udah selesai, lu mesti ngomong. Kalo nggak? Yah.. lu yang akan nanggung sendiri.
Ada seorang teman yang saking nggak maunya ngomong, dia malah mengambil alih semua pekerjaan itu, demi menjamin pekerjaan itu beres.
Kalo menurut gue, hal seperti ini malah menyusahkan diri sendiri.. Kebayang kan.. Kerjaan kita sendiri aja udah pasti disesuaikan dengan waktu kerja. Nah kalau kita mengambil alih pekerjaan itu, udah pasti akan overload. Nggak mau kan kita selalu pulang malam karena mengambil alih kerjaan yang sebetulnya bukan pekerjaan kita?
Jadikan kesalahan sebagai proses pembelajaran
Mereview sendiri dan merevisi ulang pekerjaan dia tidak memberikan efek belajar bagi si teman. Memang kesannya kejam, tapi kalo yang kita lakukan cuma diam dan nggak ngomong sehingga si teman tidak menyadari kesalahannya, itu sih sama dengan nge-bunuh teman pelan-pelan, karena dia nggak belajar apapun.
Memang kesannya agak kejam kalau kita balikin kerjaannya dan minta dia ulang lagi tuh kerjaan, tapi however, itu adalah salah satu cara kita untuk membuat dia belajar mengenai betapa pentingnya ketelitian dalam bekerja.
Cara yang biasa gue lakuin adalah; gue cek secara random dulu pekerjaannya. Kalau gue sudah menemukan 3 - 5 kesalahan, gue akan balikin semua kerjaannya dan minta dia untuk cek lagi. Kalo pas gue cek random ternyata nggak ada kesalahan, baru akan gue cek satu-satu.
Kesalahan adalah hal yang wajar terjadi, dan nggak perlu malu juga mengakui kesalahan.. asal kita tidak berdiam diri dan mengulangi kesalahan yang sama
Berikan banyak waktu di awal, ringan kemudian
Beberapa dari kita mungkin merasa bahwa mengajari seseorang membutuhkan waktu yang panjang, sementara kita sendiri punya banyak pekerjaan yang mungkin akan jadi delay kalau harus mengajari si teman.
Saaabaaaarrr buu…
Memang benar diawal mungkin kita agak kerepotan karena harus mengerjakan pekerjaan kita, plus juga mengajari si teman. Tapi ini hanya akan temporary saja bukan? Once dia sudah bisa melakukan pekerjaan itu, kita bisa fokus pada pekerjaan kita, tanpa mesti berfikir dia bisa nggak mengerjakan hal itu, dan mengecek pekerjaan juga jadi lebih cepat.
Ingat, mengingatkan teman yang melakukan kesalahan juga ibadah tho..
Dia jadi bisa lebih banyak belajar, demi pengembangan dirinya sendiri. Dan kita juga bisa lebih mengembangkan diri juga ketimbang terus-terusan menghabiskan waktu untuk kesal ke teman kita itu..
This entry was posted
on Sunday, June 8th, 2008 at 10:29 am and is filed under Human Resources, Career.
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed.
You can leave a response, or trackback from your own site.









1 comment so far
aku sering seperti itu ketika aku masih bekerja di perusahaanku yang lama, yang tambah bikin kesel eh malah dianya ngotot. tambah bete. trus pas udah tau salah, baru deh nyengir kuda
dan itu terjadi hampir di setiap pembuatan report. bete dehhhh
June 9th, 2008 at 3:22 pm
Leave a Comment